Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tukar Lobang Istri dengan Guru Les Bejat 1

 Biodataviral.com - Sebenarnya saya tidak suka dengan keputusan orangtuaku untuk mencarikanku seorang guru les. Maksudku, saya merasa sudah dewasa dan tidak membutuhkan guru les. Tapi menurut orangtuaku, ujian kelulusan SMU akan sulit sekali dan saya harus dibantu. Meski bersungut-sungut, saya terima juga ‘tawaran’ mereka.

Namun saat guru les-ku tiba, saya berubah pikiran. Namanya Pak Hektor. Umurnya hampir mencapai 40, tapi masih nampak kuat dan gagah. Malah, tubuhnya nampak padat dengan otot. Pakainnya rapi sekali, berhubung dia juga bekerja di sebuah perusahaan swasta di bagian accounting. Sehabis pulang kantor, dia langsung datang untuk mengajarku. Saya suka akan keramahannya, humornya, dan mungkin juga wajahnya, meksipun saya tidak pernah memikirkan bahwa mungkin saja saya adalah seorang homoseksual.


Pak Hektor masih belum menikah, dengan alasan bahwa dia sudah menikah 2 kali dan gagal. Jadi dia bosan untuk mencobanya lagi. Sungguh kasihan dia, padahal dia sangat tampan dan macho. Kira-kira sebulan sejak dia mengajarku, saya melihat sifat Pak Hektor yang asli.

Saat itu, dia sedang mengajariku biologi tentang alat reproduksi manusia. Topik ini merupakan topik favoritku sebab berhubungan dengan seks, meskipun tidak vulgar/porno. Di depan kami telah terpampang bagan organ kejantanan pria yang lebih dikenal dengan kontol. Dengan sabar, Pak Hektor membantuku menghapalkan setiap bagian organ pria. Saya tidak menyadari bahwa Pak Hektor mulai bersikap aneh, pandangan matanya serasa ingin menelanku saja.

“.. Dari saluran inilah nanti sperma akan tersemprot keluar pada saat kontol berejakulasi,” katanya.



“Bagaimana? Kamu sudah mengerti?”
Saya menggeleng-gelengkan kepalaku.
“Sebenarnya saya masih agak sedikit bingung. Maksudku, saya kesulitan menghapalkan fase-fase ejakulasi. Prosesnya terlalu rumit,” keluhku, mataku terpaku pada penampang kontol di buku biologiku itu.

“Begini saja,” kata Pak Hektor, matanya berbinar-binar.
“Bagaimana kalau dipraktekkan saja. Mungkin nanti kamu akan mengerti dengan jelas. Kamu sudah pernah ngocok?”
“Ngocok? Apaan tuh Pak?” tanyaku kebingungan setengah mati. Baru kali ini saya mendengar istilah ‘ngocok’. Maklum, saya anak pendiam. Lanjut baca!

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia